Minggu , 21 Juli 2024
e823e8a443eb0cdb4a3e913691016508
49d2c6cb76d966f3debb83132ccd49a3
IMG-20240310-WA0056
images (29)
Screenshot_2024-06-21-22-17-10-76_a23b203fd3aafc6dcb84e438dda678b6
Screenshot_2024-06-21-22-17-27-91_a23b203fd3aafc6dcb84e438dda678b6
2_20240203_221545_0001
Warna Warni Pastel Kreatif Lucu Tugas Presentasi Kelompok _20240515_005843_0000
Warna Warni Pastel Kreatif Lucu Tugas Presentasi Kelompok _20240515_010421_0000
Warna Warni Pastel Kreatif Lucu Tugas Presentasi Kelompok _20240609_230723_0000
Lanjutkan Program Pembangunan Cahaya. Hj Lidyawati dan H Haryanto Calon Bupati dan Wakil Bupati Lahat Periode 2024-2029 Dengan Selogan Berlian. Paslon Hj Lidyawati dan H Haryanto Dapat Surat Rekomendasi Dari DPP Partai Demokrat
previous arrow
next arrow

PUSS Pindah Ke Palembang, Sri Marhaeni Ini Sejarah Yang Sangat Buruk Bagi KPU Lahat

Rilise : Heru/Prima Ramadhan 

LAHAT, AS.COM – Penghitungan ulang surat suara (PUSS) di KPU Lahat, hingga pukul 18.52 WIB, Rabu (19/6/2024) nampaknya akan dilanjutkan ke KPU Provinsi Sumsel.

KPU Lahat menyebut hal itu merupakan hasil putusan rapat bersama KPU, Bawaslu Lahat, KPU, Bawaslu Provinsi Sumsel, dan Polres Lahat, sudah tak sanggup melanjutkan penghitungan ulang di Lahat. Karena ditakutkan ada terjadinya kericuhan ketika proses penghitungan.

Keputusan ini rupanya buat Ketua DPD II Partai Golkar Lahat, Sri Marhaeni jadi geram. Menurutnya, kejadian ini akan jadi sejarah buruk bagi demokrasi di Kabupaten Lahat dan pihak Polres Lahat. Dimana KPU Lahat sudah memperlihatkan buruknya kinerja jajarannya dalam proses Demokrasi. Terlihat dari munculnya suara baru diluar dari C hasil saat pencoblosan, ketika proses PSSU dilakukan.

“Sepanjang proses demokrasi berlangsung, ini sejarah buruk bagi KPU Lahat. KPU sudah buat rusuh Demokrasi di Lahat. KPU Lahat tidak menciptakan kepastian hukum dari hasil pleno yang sudah dilakukannya sendiri,” tegas Sri Marhaeni Wulansih, Rabu (19/6/2024) sekitar pukul 19.02 WIB.

Sementara, Komisioner KPU Lahat, Divisi Program, Data dan Informasi, Emil Asy’ari membenarkan, hasil rapat koordinasi dengan KPU, Bawaslu Lahat, KPU, Bawaslu Provinsi Sumsel, dan Polres Lahat, disepakati PSSU dilanjutkan di KPU Provinsi Sumsel. Karena jalannya PSSU di KPU Lahat dinilai sudah tidak kondusif.

“Sebenarnya kita sudah mengakomodir apa yang dipinta para saksi. Absen pemilih sudah ada, sudah dikumpulkan beserta saksi, namun karena terjadi kericuhan tidak jadi diambil, KPPS juga awalnya mau dijemput tapi tidak jadi,” kata Emil.

Emil menyebut, ketika proses penghitungan, baru dua kota suara dari dua TPS, yakni TPS 1 dan TPS 2, Desa Tanjung Kurung Ilir, Kecamatan Tanjung Tebat yang dihitung. Kedua TPS juga baru setengah jalan penghitungan. Ia menilai, jika PSSU tetap dilakukan di KPU Lahat, pihaknya tidak ingin ambil resiko lebih besar dari kejadian yang sudah ada. Sedangkan jika melihat waktu, terhitung 15 hari, esok Kamis (20/6/2024) penghitungan harus selesai.

“Soal perbedaan C1 dan surat suara, itu kita juga tidak paham. Untuk penyandingan, itu bukan ranah kami. Terkait terjadi perbedaan ini, kami no comment,” ucapnya.

Disinggung terkait kejadian ini, yang menunjukkan KPU Lahat sudah kecolongan karena adanya ketidak sesuaian jumlah suara, sehingga merugikan banyak pihak. Emil menjawab, dirinya tidak tahu darimana adanya perbedaan suara tersebut.

“Kita tidak tahu, saat kotak logistik sampai kita langsung simpan di gudang. Kami pastikan tidak ada kemungkinan itu. Tapi kita juga tidak bisa memastikan kecolongan dari tingkat mana, apa dari tingkat PPS atau KPPS,” sampainya.

Disisi lain, Korwil Akademi Pemilu dan Demokrasi Kabupaten Lahat, Paigal Firdaus menyebut untuk PSSU ini sebenarnya tidak perlu sampai ke tingkat KPU Provinsi Sumsel, karena situasi di Lahat masih kondusif. Apabila masing-masing pihak mempermasalahkan keabsahan surat suara, bisa mendatangkan saksi saat pemilihan, juga ketua dan anggota KPPS yang menandatangi kertas suara tersebut.

“Ricuh tadi itu bukan hal besar. Pengaman dari Polres Lahat cukup banyak, sampai ratusan personil, warga yang masuk ke lingkungan KPU Lahat masih bisa dicegah. Masalahnya saya nilai, secara psikologis KPU Lahat sudah tidak mampu menyelesaikan persoalan ini,” terangnya.

Lanjut kata Paigal, adanya selisih jumlah suara, itu bisa saja terjadi. Karena yang menyimpan kotak suara itu KPU sendiri. Agar tidak menimbulkan kecurigaan lebih besar, KPU Lahat datangkan saja petugas KPPS, serta orang-orang yang menandatangi hasil penghitungan tersebut.

“Jadi ini masih sederhana, tidak perlu sampai ke Palembang, jangan dibuat seperti Lahat sudah tidak kondusif. Masa sampai 300 orang saat demo saja, masih bisa ditangani oleh Polres Lahat, masak yang ini tidak bisa,” ucapnya.

Check Also

Pertama di Dunia, PTBA dan BRIN Mulai Kembangkan Batu Bara Untuk Bahan Baku Baterai Li-ion

Editor: Prima SMSI Lahat  Sumsel, MUARAENIM, AS.COM — PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Grup …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *