Minggu , 21 Juli 2024
e823e8a443eb0cdb4a3e913691016508
49d2c6cb76d966f3debb83132ccd49a3
IMG-20240310-WA0056
images (29)
Screenshot_2024-06-21-22-17-10-76_a23b203fd3aafc6dcb84e438dda678b6
Screenshot_2024-06-21-22-17-27-91_a23b203fd3aafc6dcb84e438dda678b6
2_20240203_221545_0001
Warna Warni Pastel Kreatif Lucu Tugas Presentasi Kelompok _20240515_005843_0000
Warna Warni Pastel Kreatif Lucu Tugas Presentasi Kelompok _20240515_010421_0000
Warna Warni Pastel Kreatif Lucu Tugas Presentasi Kelompok _20240609_230723_0000
Lanjutkan Program Pembangunan Cahaya. Hj Lidyawati dan H Haryanto Calon Bupati dan Wakil Bupati Lahat Periode 2024-2029 Dengan Selogan Berlian. Paslon Hj Lidyawati dan H Haryanto Dapat Surat Rekomendasi Dari DPP Partai Demokrat
previous arrow
next arrow

Pemkab Lahat Jadi Pilot Project Sawah Tahan Hujan Program Ketahan Pangan

LAHAT, Amperasumsel.com  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat sudah setidaknya sudah menyiapkan 8 Kecamatan diantaranya, Pulau Pinang, Merapi Barat, Lahat, Kikim Barat, Merapi Timur, Tanjung Sakti Pumi, Merapi Selatan dan Lahat Selatan akan menjadi kawasan pilot project (Percontohan) program ketahanan pangan sawah tadah hujan.

“Setidaknya ada ratusan hektar sawah tadah hujan, yang akan menjadi titik pelaksanaan kegiatan, yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan juga Mabes TNI AD,” sebut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP), Eti Listina SP MM melalui Kepala Bidang (Kabid) TPH, Ahmad Firdaus SP MMA, Kamis 21 Maret 2024.

Memang, sambung dirinya, yang menjadi kendalanya adalah sumber air. Untuk itulah, kami melakukan survey guna melihat dari dekat nantinya mengaliri sawahnya.

“Kalau dilihat dengan sistem pompanisasinya cenderung akan menyedot dari sungai ataupun air kolam dari tambang galian golongan C,” sebutnya.

Ia menerangkan, makanya Dinas TPHP Lahat melibatkan BBWS wilayah 8 Sumsel, BSIP Provinsi Sumsel, Kodim 0405/Lahat, Koramil, Babinsa, Desa, BPP dan PPL wilayah setempat serta Poktan.

“Untuk penanaman sampai panen diserahkan kepada petani dan Poktan. Sedangkan jenis benihnya menggunakan varietas ciherang, yang tanamannya tahan hama,” pungkas Ahmad Firdaus.

Sementara itu, Dandim 0405/Lahat, Letkol Inf Asis Kamaruddin SE MIP menyebutkan, Sebagai program unggulan kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), maka akan digalakkan penanaman padi diareal persawahan di wilayah Kabupaten Lahat, Empat Lawang dan Kota Pagaralam.

“Betul, sasaran kita menanam padi, dengan jenis sawah tadah hujan agar lebih kreatif dan menjadi tantangan, tentu saja mengerahkan 13 koramil,” imbaunya.

Nah, yang namanya sawah tadah hujan tentu saja, bergantung kepada curah hujan yang turun. Hal ini, menjadi sebuah kreatifitas sekaligus menjawab semua keraguan.

“Oleh karena itulah, kita bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP), untuk menjalankan instruksi dari komando atas,” kata dirinya

Setidaknya, sambung dia, ada alternatif terutama sekali pengadaan sumber air, yang akan mengaliri persawahan nantinya. Sehingga panen padi setahun dapat 2 sampai 3 kali.

“Ada beberapa alternatif, dengan cara gravitasi (Pipanisasi) jika terdapat sumber air lebih tinggi dari sawah, lalu sumur bor jika tidak ada sumber air permukaan, serta pompa Hidran jika kondisi sawah lebih tinggi dari sungai,” terang Asis Kamaruddin.

Khusus, masih katanya, kawasan Kabupaten Lahat, Empat Lawang serta Pagaralam ini, terlebih dahulu akan disurvey. Sebab semuanya diperlukan persiapan sangat matang.

“Agar program ketahanan pangan terpadu ini benar-benar berjalan sebagaimana mestinya, membantu masyarakat dari sisi ketersediaan pangan,” harap dirinya. Rilise : Yeni Widia Sari. 

Editor : Prima Ramadhan 

Check Also

Pertama di Dunia, PTBA dan BRIN Mulai Kembangkan Batu Bara Untuk Bahan Baku Baterai Li-ion

Editor: Prima SMSI Lahat  Sumsel, MUARAENIM, AS.COM — PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Grup …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *