Jumat , 23 Februari 2024
KELUARGA BESAR SATLANTAS POLRES LAHAT_20240203_000310_0000
KELUARGA BESAR SATLANTAS POLRES LAHAT_20240203_004916_0000
KELUARGA BESAR SATLANTAS POLRES LAHAT_20240203_002047_0000
KELUARGA BESAR SATLANTAS POLRES LAHAT_20240202_230458_0000
KELUARGA BESAR SATLANTAS POLRES LAHAT_20240204_141352_0000
20240202_215439_0000
KELUARGA BESAR SATLANTAS POLRES LAHAT_20240204_220515_0000
2_20240203_221545_0001
KELUARGA BESAR SATLANTAS POLRES LAHAT_20240203_001222_0000
1_20240202_224405_0000
KELUARGA BESAR SATLANTAS POLRES LAHAT_20240208_235120_0000
previous arrow
next arrow

Kejari Pali Terima Pembayaran Denda PT PUM Sebesar Rp.1,7 Miliyar

PALI, AS — Kejaksaan Negeri (Kejari) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menerima pembayaran denda negara sebesar Rp 1,7miliar. Uang dengan jumlah fantastis tersebut merupakan pembayaran dana dalam perkara pelanggaran Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) dari PT. Proteksindo Utama Mulya (PUM).
 
Kepala Kejari Kabupaten PALI Agung Arifianto, S.H.,M.H. didampingi Kasi Tindak Pidana Umum M.A. Qadri, SH., MH dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Harius Prangganata, SH.,MH mengatakan,berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Muara Enim Nomor: 122/Pid.B/LH/2022/PN Mre tanggal 28 Juli 2022 PT. Proteksindo Utama Mulya (PUM) dinyatakan bersalah dan diwajibkan membayar denda yang di setor ke kas negara.
 
“Dalam persidangan perkara sebagaimana dimaksud Jaksa Penuntut umum (JPU ) Kejaksaan Negeri PALI berhasil membuktikan PT. PUM bersalah,” kata Agung saat press release, aula Kejari PALI, Rabu (31/1/24).
 
Agung menambahkan, PT. PUM bersalah melanggar pasal 99 ayat(1) jo pasal 116 (ayat (1) huruf a jo pasal 118 jo pasal 119 UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Hakim Pengadilan Negeri Muara Enim menjatuhkan putusan terhadap PT. PUM untuk membayar denda Rp. 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah), serta pidana tambahan berupa sebesar Rp. 386.000.000, (tiga ratus delapan puluh enam juta rupiah) jadi total yang harus dibayarkan oleh PT. PU M sebesar Rp. 1.868.000.000,-(satu milyar delapan ratus enam puluh delapan juta rupiah),
 
“Hari ini pelunasan,dimana PT PUM telah membayar sebesar Rp. 100.000.000,- pada tanggal 22 September 2022 dan telah disetor ke kas negara ” ujarnya.
 
Perkara ini merupakan limpahan dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia, adapun PT. PUM sebagai Terpidana memiliki lahan sawit dan dari lahan tersebut terdapat 1,5 ha lahan yang terbakar.

Dalam hal ini PT. PUM dianggap telah lalai dengan tidak mempersiapkan fasilitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah ) secara baik serta belum adanya pelatihan pemadaman kebakaran bagi petugas /karyawan yang akibatnya kebakaran tersebut baru bisa dipadamkan kurang lebih 3 hari, itupun setelah dibantu oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Kabupaten PALI dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan.

Dengan adanya pembayaran sisa pidana denda sebesar Rp 1.768.000.000,-(satu milyar tujuh ratus enam puluh delapan juta rupiah) tentunya dapat meningkatkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Kejaksaan Negeri PALI.

Relise: SMSI Pali.

Editor : Redaksi
 

Check Also

Upaya Tekan Laju Inflasi, Pemkab Bayuasin Konsisten Gelar Operasi Pasar Murah

BANYUASIN, Amperasumsel.com -Terus Konsisten dalam upaya menekan laju inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) melalui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *