8 Pelaku Perampokan Toko Mas, 2 Tewas, 1 Diamankan

8 Pelaku Perampokan Toko Mas, 2 Tewas, 1 Diamankan

PALEMBANG. Ampera Sumsel ,- Tiga dari 8 Pelaku perampokan Toko Mas di Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), satu diamankan, dua tewas akibat timah panas petugas mengenai tubuh ke dua pelaku, lantaran melawan membuat keduanya mendapat tindakan tegas terukur, beserta emas 3 kg berbagai bentuk.

Ke tiga tersangka, berhasil di ringkus oleh tim gabungan Polres Muba dibaca up Unit IV Jatanras Dirreskrimum Polda Sumsel, di pimpin langsung oleh Kasubdit III Kompol Suryadi, didampingi oleh Kompol Zainuri Kanit IV. Serta Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris, langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.

Tersangka Muhammad Nasir (42) warga Desa Pulau Raman Kecamatan Tanjung Raja Selatan Kabupaten Ogan Ilir, terpaksa dilumpuhkan dengan menembak kedua kakinya. Sedangkan untuk kedua tersangka yang tewas akibat melawan dan berusaha kabur yaitu, atas nama tersangka M Ali (50), warga Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir dan otak pelaku tersangka Fendi (49) warga Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang. Saat ini kedua jenazah tersangka berada di Ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang.

“Perampokan Toko Emas, berhasil kami ungkap pada tangaal 27 maret sampai suhub, anggota melakukan pengejaran, hasil kerja keras anggota berhasil menangkap 3 pelaku dari 8 orang, 3 pelaku ini saat dilakukan penangkapan, karena berdasarkan rekam cctv pelaku ini mengunakan senjata api, dan kita tidak mau ambil resiko, dan tindakan tegas kita lakukan, dimana satu kita lumpuhkan dan dua meninggal dunia,” ungkap Dirreskrimum Polda Sumsel. Kombes Pol Hisar S.ditemui di depan Ruang Forensik Sabtu (28/03/2020).

Dikatakan Dirreskrimum Polda Sumsel, selain mengamankan 3 tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, satu pucuk senpira beserta amunisi, satu buah sajam, dan perhiasana emas dengan berat 3 kg berhasil diselamatkan, dan 5 tersangka lain masih dalam pengejaran,

“kita berhasil menyematkan setengah emas yang di bawa kabur pelaku, sebanyak 3 kg, dan untuk 5 pelaku identitas sudah kita ketahui, dan kini masih dalam pengejaran petugas kita,” ujarnya.

Menurut keterangan anak pemilik Toko Emas Cahaya Murni, yang biasa berjualan di Pasar Sungai Lilin, dimana situasi saat itu sedang sepi, dari aktivitas masyarakat karena adanya penyebaran virus corona, tiba tiba di datangi oleh delapan tersangka, dimana empat tersangka berdiri di luar untuk jaga jaga sedangkan empat tersangka lagi yang mengunakan senjata api masuk kedalam toko.

“yang masuk 4 orang, langsung bilang jangan bergerak sambil nodongkan pistol setengan meter lah, saya langsung angkat tangan, kalau bapak saat itu lagi shalat, yang ada hanya saya dan ibu.” aku Delfi Saputra (24) anak pemilik Toko Emas Cahaya Murni.

Dalam beraksi 8 tersangka beraksi menggunakan senjata tajam maupun senjata api, empat pelaku masuk ke dalam tokoh dengan menodongkan senjata api ke arah anak korban Delfi Saputra (24), saat itu sedang duduk. Pelaku berhasil membawa semua perhiasan emas yang berada di dalam lemari etalase sebanyak 6,5 kg serta uang korban sebesar 60 juta rupiah, raib dibawa lari oleh para pelaku dengan menggunakan 4 unit sepeda motor.
Petugas tim gabungan Polres Muba yang di backup unit 4 Jatanras ditreskrimum Polda Sumsel, bergerak cepat setelah ada laporan korban Hermiati (50) warga Sungai Lilin ke Kabupaten Muba, telah menjadi korban perampokan bersenjata api oleh 8 tersangka, terhadap Toko Emas Cahaya Murni di pasar Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba, pada Kamis (26/03/2020) pukul 12.15 Wib.

Tak butuh waktu lama. Tim gabungan yang di pimpin langsung oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum, Kanit IV Jatanras serta Kasat Reskrim Polres Muba, mengetahui keberadaan 3 dari delapan tersangka, yang saat itu berada di kawasan Jalan Palembang Prabumulih dan sisanya di seputaran Kabupaten OKI Sumsel. Tepatnya di Jalan Indralaya Kabupaten OI dekat Indomaret. Jumat (27/03/2020).

Sementara itu. menurut pengakuan tersangka Nasir, yang juga seorang residivis kasus perampokan nasabah bank di Bangka ini, dirinya hanya ikut ikutan, setelah di bujuk tersangka Fendi.

“di ajak pendi awalnya saya tidak tahu, katanya mau ambil minyak, di sumsel ini baru pertama kali ini pak tapi pernah di bangka merampok nasabah Bank tahun 2000 sebagai pilot (sopir), tugas saya pilot, kalau janjinya saya belum tahu, tapi yang pasti sewa mobil ini 400 ribu,” aku tersangka

Atas perbuatanya tersankga diancaman dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara minimal 9 tahun maksimal 12 tahun penjara.

Laporan : Ly ( MS)

Editor : AS

amperasumsel.com