Ternyata Dana PKH -nya ditarik sendiri, KPM PKH Lahat ini Akhirnya Minta Maaf

Ternyata Dana PKH -nya ditarik sendiri, KPM PKH Lahat ini Akhirnya Minta Maaf

LAHAT , 19 Maret 2020 pada hari ini Kamis pukul 12.00 WIB disekretariat PKH Kabupaten Lahat telah dilaksanakan wawancara klarifikasi tentang berita yg beredar beberapa hari yg lalu mengenai dugaan adanya penyimpangan , pemotongan dana PKH yg terjadi di tiga desa ( sidomakmur, Sukabakti, dan darmaraharja ) kecamatan Kikim barat.

Ketika ditemui diruang kerjanya korkab PKH lahat Bapak Dani Setianto menjelaskan bahwa kabar yg beredar adalah tidak benar sebab setelah dilakukan monitoring dan evaluasi ke lapangan dan diteliti ternyata terjadi kesalahpahaman kpm .

” Kami tanggal 17 Maret kemarin sudah kelapangan disana kami hadirkan pendamping sosial PKH dan korcam PKH serta ibu – ibu kpm pkh beserta kepala desa dan perangkat nya. Dan saya beraudiensi langsung dengan kpm mendengarkan . Ternyata apa yg beredar tidak benar. Hanya terjadi kesalahpahaman semata dalam menerima dan membaca informasi. ” Ujarnya.

Selanjutnya untuk desa sidomakmur yang dalam pengaduan yg diterima dinas sosial lahat bahwa ada oknum ketua Kube atas instruksi dari pendamping memugut dana sebesar 500rb per orang adalah salah. ” Itu tidak benar , kejadiannya yg sebenarnya adalah atas kesepakatan mereka sesama anggota Kube sejumlah 10 orang . Dikarenakan sapi milik Kube ada yg hilang karena lepas talinya maka mereka sepakat mengganti sapi tersebut dengan mengumpulkan uang masing masing 500 rb. Dan setelah kami cek uang tersebut sudah dibelikan sapi dan mereka sudah pernah mendapatkan keuntungan” sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Korcam PKH Kikim barat Suwanto yang memberikan penjelasan. ” Mengenai sapi Kube kejadiannya sudah tahun lalu , karena prinsipnya untuk kesejahteraan bersama maka mereka anggota Kube bersepakat untuk mengganti sapi yg hilang dengan sistem patungan. Sapinya sampai sekarang masih ada dipelihara anggota Kube. Dan untuk prosesnya memang sy tidak pernah ikut campur , hanya menerima laporan saja.” Tukasnya.

Selanjutnya untuk permasalahan ibu elen ( Sukabakti) dan Leni Marlena ( darmaraharja) menurut Dani Setianto hanya salah pemahaman saja dari kpm ,

” itu sudah saya klarifikasi langsung ke kpm yg bersangkutan dengan print out rekening koran tabungan KKS nya. Yang tertera 9 juta dan 7 juta adalah jumlah akumulasi atau total dana yg mereka terima dari tahun 2017 sampai 2019. Yg setelah dicocokan memang benar sudah merka tarik sendiri” ujaranya , ” kemudian bagaimana caranya pendamping ini menarik sejumlah uang itu jika ATM dan dan buku tabungannya disimpan sendiri oleh ibu elen dan ibu Leni ” sambungnya.

dalam kesempatan ini juga korcam PKH Kikim barat menyampaikan bahwa demi kebaikan kpm PKH , Suwanto meminta kepada semua pihak untuka memberikan input atau masukan yang baik – baik dan akurat karena pemahaman dari kpm PKH ini berbeda-beda.

” Kiranya menjadi pelajaran bagi semua untuk bersikap baik, dan jika terjadi sesuatu atau ada keluhan silakan didiskusikan dengan pendamping PKH langsung yaitu jeliska untuk desa Sukabakti dan SEPTA untuk desa darmaraharja” ujar Suwanto.

Sampai berita ini diturunkan dimeja kerja korkab PKH kabupaten lahat masih terlihat tumpukan berkas hasil monev PKH yg diantaranya berisikan daftar hadir, surat pernyataan dan permohonan maaf kpm PKH ditandatangani diatas materai 6 ribu serta berita acara monev yg dibubuhi tanda tangan kepala desa , dan perangkatnya.

Lap : Yanuar

amperasumsel.com