12 Anak di Bawah Umur Disodomi 5 Orang

12 Anak di Bawah Umur Disodomi 5 Orang

/// Satu di Antara Pelaku Diduga Seorang Oknum PNS

EMPAT LAWANG, Ampera Sumsel  – Pihak Polres Empat Lawang melalui Polsek Pendopo berhasil menangkap 4 dari 5 orang pelaku dugaan kasus asusila terhadap 12 anak di bawah umur, satu orang pelaku lainnya masih diburu petugas. Ironisnya, satu di antara pelaku adalah oknum PNS.
Informasi terhimpun, keempat tersangka yang berhasil ditangkap polisi langsung dibawa ke Polsek Pendopo untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kuat dugaan para tersangka ini sudah beberapa kali melakukan asusila, baik dengan cara oral seks maupun dengan cara sodomi pada anak-anak di bawah umur tersebut.

Kapolres Empat Lawang, AKBP. Eko Yudi Karyanto, SIK melalui Kapolsek Pendopo, Iptu. Hariyanto membenarkan kejadian tersebut, yang berdasarkan dari laporan keluarga korban, bahwa anaknya yang pernah jadi korban pencabulan.

“Ya benar, berdasarkan dari laporan keluarga korban, anak-anakya pernah menjadi korban pencabulan,” kata Hariyanto kepada wartawan, Selasa (11/2).

Data terhimpun, ada 12 orang anak sekolah yang masih duduk dibangku SMP di Kecamatan Pendopo, dengan usia rata-rata usia 13 sampai dengan 16 tahun.

“Dari data yang kita peroleh, untuk sementara waktu korban sebanyak 12 anak yang masih duduk di bangku SMP, dengan usia rata-rata 13 tahun sampai dengan 16 tahun,” ungkapnya.

Dikatakanya, dari 5 tersangka, 4 tersangka telah berhasil diamankan. Ke-4 tersangka memiliki latar belakang dan pekerjaan yang berbeda, sedangkan satu tersangka masih buron.

“Di antaranya berinisail AT merupakan PNS yang bekerja sebagai guru Agama di salah satu SD di Kecamatan Pendopo, JL yang bekerja sebagai Petani, IW dan FR adalah pengusaha potong rambut atau Salon”, urainya.

Dijelaskan Kapolsek, FR dan kawan-kawan dengan cara memanggil korban sambl melambaikan tangan, kemudian berkata ‘Galak Duet Dak’ dan korban sendiri menjawab ‘ya mau’,.
Setelah itu, korban diajak pelaku ke dalam kamar dan pintu kamar tersebut dikunci oleh pelaku. Kemudian pelaku langsung memegang alat kelamin korban, serta melakukan hubungan oral seks pada korban.

“Korban diiming-imingi uang sebesar Rp 15.000, bahkan dalam satu tersangka melakukan sebanyak 3 jali,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, tersangka akan dijerat dengan UUD Nomor 35 Tahun 2014 pasal 81 junto 82.

“Ancaman maksimal 15 tahun penjara, minimal 5 tahun penjara,” tegasnya.

Laporan : Rey

Editor : Prima

amperasumsel.com