TIGA ANAK MUDA INI DICULIK, DIBORGOL DAN DIANIAYA

TIGA ANAK MUDA INI DICULIK, DIBORGOL DAN DIANIAYA

LAHAT, Amperasumsel.comTiga pegawai warung makanan Waroeng Co yang beralamat di Jalan Serelo, Kelurahan pasar baru, Kota Lahat menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota polisi satuan Brimob. Ketiga pemuda tersebut, dituduh mencuri handphone milik pacar anak pemilik warung dimaksud.

Informasi menyebutkan, pada Minggu (5/1/2020) sekira pukul 21.20 WIB kedua korban Arman, Anwar Sahroni dan Rizki yang sedang bekerja dijemput dua orang laki-laki yang saat itu disaksikan Fritzki kekasih anak dari pemilik warung. Selanjutnya, kedua korban dibawa ke belakang tribun lapangan eks MTQ Kota Lahat, dan di sini keduanya diduga mengalami penganiayaan.

Di bawah tekanan serta ancaman senjata yang diduga senjata api, ketiganya tak berdaya menjadi bulan bulanan dua orang pelaku. Pukulan demi pukulan didapat ketiga korban yang menyebabkan keduanya mengalami luka lebam di muka, bagian wajah, bibir serta dada.

Menurut pengakuannya Fritzki, dirinya sengaja meminta tolong kepada kedua oknum pelaku tersebut. Dijelaskan Fritzki, kedua oknum tersebut merupakan kakak angkatnya yang baru selesai bertugas di papua.

“Mano lah kesal, mereka ni dak ngaku. Aku nelpon kakak angkat aku, dio brimob baru selesai tugas di Papua dan bakal balek ke Palembang (Polda). Dio beduo pamit dengan kami bawa budak tigo ni,” ujarnya.

Dimintai keterangan terkait awal penganiayaan ini, Rizki menjelaskan, ketiga korban dituduh mencuri handphone milik calon mantu majikannya. Selanjutnya, sebelum dibawa ke belakang tribun lapangan eks MTQ sempat ketiganya diintrogasi di warung dimaksud. Karena tidak puas dengan jawaban ketiganya, dirinya bersama rekannya dibawa menuju belakang tribun (lokasi penganiayaan).

“Sempat kami ditanyoi dan dipakso ngaku ngambil HP, tapi kami emang dak ngambil. Jadi dak mungkin kami nak ngomong yang idak kami lakuke. Kami dianiya, dipukuli di belakang tribun dengan posisi dibariske di luar mobil. Sahroni dan Arman diborgol pas dipukuli,” terang Rizki.

Senada, Arman menjelaskan pada saat dianiaya pelaku sempat mengeluarkan senjata api yang ditodongkan ke bagian perut dan pahanya yang saat itu pelaku dengan memukul bertubi tubi menyuruh ia dan kedua temannya untuk mengaku perbuatan yang sama sekali tidak mereka lakukan.

“Seingat aku, namonyo satu pelaku Arles dan ngaku anggota brimob papua. Dio waktu tu nekanke ujung pistol ke perut dan paha aku. Dak teritung kak, berapo kali dio mukul, nampar dan nendang kami, yang aku ingat aku keno tending bagian dada, perut, badan belakang, dimuko aku keno tampar dan ditinjui,” ujar Arman yang nampak masih menahan sakit.

Selanjutnya, dijelaskan Anwar Sahroni yang juga menerima pukulan oknum arogan tersebut, ada tawar menawar pada saat penganiayaan berlangsung. Kedua pelaku menyuruh mereka bertiga untuk mengganti handphone milik Fritzki yang dituduhkan dicuri ketiganya.

“Lah dak kuat nahan siksoan, kami kak. Kami laju disuruh ganti HP, padahal kami dak ngambilnyo. Kami sanggupi karena nyawo terancam,”ungkap Anwar.

Kapolres Lahat, AKBP. Irwansyah, SIK didampingi Kasubbag Humas, Iptu. Sabar. T melalui Paurnya, Aiptu Lispono, SH, yang saat itu ikut menengahi permasalahan ini, menyarankan kepada pihak keluarga yang diduga telah dianiaya tersebut untuk segera melaporkan kejadian ke SPKT Polres Lahat, agar permasalahan tersebut segera dilakukan penyelidikan.

“Kita dari humas Polres Lahat menyarankan kepada korban, agar segera melaporkan kejadian yang telah menimpanya. Apalagi ini sudah membawa nama instansi kepolisian,” terang Lispono.

Laporan : Sudar

Editor : RON