Wabup Lahat Himbau Pihak Sekola Larang Kepada Pedagang Yang Jual Lotere di Kantin

Wabup Lahat Himbau Pihak Sekola Larang Kepada Pedagang Yang Jual Lotere di Kantin

LAHAT, Ampera Sumsel – Jajanan siswa sekolah dasar (SD) berkedok lotre berhadiah, mulai menjamur dan meresahkan orangtua dan warga. Dimana, secara tidak langsung mengajarkan anak-anak berbuat tidak baik.

Sehubungan dengan hal itu, selaku Wakil Bupati Lahat H. Haryanto SE MM MBA didampingi Dinas Pendidikan dan Kasat Pol PP pada peninjauan secara langsung di kantin SD atau tempat jualan dimana anak anak jajan.

Adapun tempatat sekolah menjadi titik tinjauan, diantaranya, SDN 20 Lahat, SDN 9 Lahat, SDN 26 Lahat dan MIN Lahat. Jenis lotre berhadiah ini berbentuk kupon, dengan harga Rp 1.000, dimana, setiap anak harus mengosok kupon tersebut, barulah muncul hadiah yang akan diberikan kepada siswa.

Wakil Bupati (Wabup) Lahat, H Haryanto SE MM MBA didampingi Kepala Dinas PolPP dan Damkar, Fauzan Khoiri Denin AP MM menyampaikan, ini berdasarkan laporan masyarakat, yang mulai resah dengan kehadiran jajanan anak berkedok lotre berhadiah.

“Untuk itulah, kita langsung tindak lanjuti, mendatangi titik yang disebutkan diatas, membina dan memberitahukan kepada pedagang agar tidak lagi berjualan lotre berhadiah ini,” ujarnya, Selasa (12/11).

Di tambahkan H. Haryanto, pihaknya juga tidak melarang pedagang mencari nafkah, hanya saja, yang baik-baik saja bukan merusak moral anak-anak.

“Silahkan berdagang, tapi barang jualan jangan yang bersifat ada lotre berhadiah seperti ini. Lambat laun, apabila dibiarkan akan merusak moral,” ucap H Haryanto.

H Haryanto menghimbau, baik kepada pihak sekolah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), agar lebih selektif dan mengawasi setiap pedagang di sekolahan.

“Khususnya kepada sekolah, supaya lebih berhati-hati ketika ada pedagang di sekolah, kalau perlu dilihat dahulu apa saja yang dijualkan untuk anak-anak,” bebernya.

Sementara itu, Kadisdikbud Lahat, Drs H Suhirdin MM melalui Kepala Bidang (Kabid) TK/SD, Mujahidin mengemukakan, pihaknya setiap rapat selalu menyampaikan, agar setiap pedagang yang menjajahkan dagangannya, diperiksa terlebih dahulu sehingga tidak menimbulkan polemik.

“Kerap kali kami sampaikan kepada pihak sekolah, untuk tidak menerima pedagang yang berjualan tidak baik,” tutupnya.

Laporan : Prima

Editor : Ron