Bendahara Distanak Banyuasin Dirampok, Uang Rp. 230 Juta Raib

Bendahara Distanak Banyuasin Dirampok, Uang Rp. 230 Juta Raib

BANYUASIN, Ampera Sumsel — Para pegawai (ASN) dan pekerja harian lepas (PHL) di Lingkungan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distarnak) Kabupaten Banyuasin, sepertinya mulai hari ini hingga 1 bulan kedepan harus gigit jari dan mengencangkan ikat pinggang. Pasalnya, uang ratusan juta untuk membayar gaji ASN dan PHL di Distarnak raib digondol oleh kawanan perampok.

Kasus perampokan uang gaji pegawai ASN ini terungkap, setelah bendahara Distarnak Banyuasin Zikra Hikam, melaporkannya ke Polres Banyuasin, pada Senin siang (01/03/2019) sekitar pukul 12.00 WIB kemarin. Dalam laporannya, dirinya habis mengalami perampokan usai mengambil uang gaji ASN sebesar kurang lebih Rp230 juta di Bank Sumselbabel Cabang Pangkalan Balai Banyuasin.

Menurut korban, saat itu seperti biasa dirinya ditemani kawan sekantornya mengambil uang gaji ASN Distarnak menggunakan kendaraan mobil pajero double cabin warna hitam. Usai mengambil tunai uang gaji ratusan juta tersebut, korban bersama rekannya bergegas meninggalkan kantor Bank Sumselbabel Banyuasin.

Namun di tengah perjalanan, sekira sekitar 4 kilometer dari Bank milik daerah tersebut korban berhenti sejenak bermaksud mengambil barang titipan ditempat temannya. Diduga telah dibuntuti oleh kawanan pelaku, korban dirampok dan uang ratusan juta yang disimpan di dalam bungkungan karung berhasil dibawa kabur oleh kawanan perampok.

Sementara korban saat ditemui di Polres Banyuasin, pada Senin (01/03) sekitar pukul 12.00 WIB banyak memilih diam dan tidak mau memberikan keterangan kepada awak media. Korban hanya menangis dihadapan petugas saat dilakukan BAP.

Dari informasi beberapa teman korban yang menunggu jatah gaji bulanan, Rita Salah seorang ASN di Kecamatan Sembawa mengatakan, Bendahara Dinas yang sekaligus kawannya menceritakan via HP, bahwa uang gajinya dirampok.

“Langsung saja saya terkejut, karena uang kurang lebih 230 juta yang dirampok tersebut ada bagian gaji saya 1 bulan, lalu saya sarankan koban segera melapor ke Polres,” Ujar Rita.

Dikatakan Rita, Koban waktu mengambil uang sedang bersama rekan sekantor. Seusai keluar dari Bank Sumselbabel Cabang Pangkalan Balai korban pun masuk mobil dan meninggalkan bank Sumselbabel.

Menurut Rita, tak terlalu jauh dari bank sumsel sekitar kurang lebih 4 Km korban menggendarai mobilnya bersama rekannya menuju kantor Dinas Pertanian. Setiba di TKP korban hendak berhenti mengambil titipan.

“Saya gak tahu katanya mau ngambil titipan, karena saya hanya dapat kabar dari teman korban. Jadi saya tidak tahu persis kejadian, tahu-tahu saya di telephon kalau uang gaji saya juga di dalam uang yang di rampok,” sebut Rita.

Rita mengaku, uang gaji yang dibawa korban uang gaji tunai.

“Saya memang menerima gaji tunai setiap bulan. Biasanya aman kok tahu-tahu sekarang ada musibah,” imbuhnya, menyesalkan kejadian tersebut.

Terpisah Kadis Pertanian Banyuasin Zainuddin, saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, kalau sampai saat ini pihaknya belum mengetahui persis kronologi kejadian tersebut.

“Memang benar Riza sedang menjalankan tugas sebagai bendahara dinas, tetapi semestinya setiap transaksi uang dalam jumlah besar harus ikuti SOP,” imbuh Zainuddin, yang baru menjabat 2 minggu sebagai Kepala Distarnak Banyuasin.

Zainuddin mengingatkan, kepada bawahanya agar setiap melakukan transaksi dalam jumlah besar ikuti SOP.

“Minta kawal petugas bila perlu,” ucapnya sembari menambahkan, mohon doanya semoga para pelaku tersebut cepat tertangkap.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Wahyu Maduransyah ketika  dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dia katakan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap korban.

“Ya memang benar, saat ini korban masih dalam pemeriksaan,” tukasnya singkat.

Laporan : Prima

Editor     : Ishak Nasroni

amperasumsel.com