Kantor KPU Prabumulih Diamankan Ratusan Personil

Kantor KPU Prabumulih Diamankan Ratusan Personil

PRABUMULIH, Ampera Sumsel – Keinginan ratusan massa mendatangi gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumilih kandas sudah. Hal ini disebabkan gedung kantor KPU Prabumulih dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan aparat TNI yang mengahalau massa pada Selasa (12/3/1sik dengan massa, namun aparat kepolisian dan TNI dapat melakukan koordinasi dengan pihak perwakilan massa bersama Ketua KPU setempat. Dirasa belum menemukan kesepakatan, massapun datang kembali dengan jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya. Hingga kondisi di lokasi terasa mencekam, karena massa ingin menguasai kantor KPU.

“Memang sempat terjadi kontak fisik antara peugas dengan massa. Sehingga pihak kepolisian menerjunkan personil dengan kekuatan penuh untuk menjaga keselamatan serta menenangkan situasi. Karena keadaan kian tak terkendali, maka kita terpaksa mengambil tindakan tegas,karena massa bertindak anarkis@, ujar Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk saat dibincangi awak media.

Tapi ini, lanjut Kapolres, hanyalah merupakan rangkaian simulasi kesiapan personil Polri bersama TNI untuk menghadapi gangguan Pemilu dari orang orang yang kurang senang terhadap pihak KPU. Pihaknya sebagai penegak hukum, harus sigap dan siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

“Sejauh ini, Kota Prabumulih masih tetap kondusif dan menjelang hari H, kita sudah siap”, tegas Tito.

Bahkan, sambung dia, pihaknya mendapat bantuan dari Markas Brimob sebanyak 300 personil yang siap mengamankan menjelang hari pemilihan. Anggota ini nantinya, akan berjaga di 225 Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang ada di seleuruh penjuru Kota Prabumulih.

“Alhamdulillah kita masih dapat bantuan dari Markas Brimob 1 Satuan Setara Kompi (SSK) 100 personil”, imbuhnya.

Walikota Prabumulih, Ir Ridho Yahya, MM yang juga sempat menyaksikan simulasi tersebut mengatakan, bahwa simulasi yang digelar itu sangat bagus dan mantap. Ia berharap, agar menjelang hari H pemilihan nanti tidak ada bentrok, sehingga proses pemilihan dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

“Dan kepada pihak penyelenggara, jangan main-main dan dapat erperanan aktif, sehingga masyarakat ada kepercayaan dan merasa puas terhadap penyelenggara dalam pelaksanaan Pemilu nanti”, pungkas Walikota.

Laporan : Don

Editor : Coy