Tersangka Mengaku Dipaksa Teken BAP dan Diludahi

Tersangka Mengaku Dipaksa Teken BAP dan Diludahi

PALEMBANG, Ampera Sumsel –  Sidang Kasus sengketa lahan dan bentrok di area Perkebunan Sawit, antara warga SP3 Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang dengan Satpam PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk. (PT. Lonsum) yang terjadi pada Jumat (21/9/2018) lalu dan menewaskan salah satu dari security perusahaan sawit PT Lonsum bernama Ristal Alam (28), kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang.

Sidang yang memasuki tahap menghadirkan dan mendengarkan keterangan 4 saksi meringankan untuk Risansi Kepala Desa SP3 Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini, sempat diwarnai ketegangan saat tersangka mencetuskan kata-kata bahwa ia dipaksa menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Diduga, Risansi ikut mendalangi kejadian yang sempat menewaskan satu nyawa itu. Risansi alias Anggok, Kades Suka Makmur juga dihadirkan dalam persidangan bersama Herliansyah (29), warga Desa Tanah Pilih, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat. Kemudian Najamudin, warga Desa SP 3 Palmbaja Desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang, dan Yandri (35) warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat.(12/3) didampingi Penasihat Hukumnya Jilun SH, dan Dody SH.

Sebelum sidang dimulai untuk menghadirkan 4 saksi meringankan yang ditujukan khusus untuk Risansi, Kepala Desa SP3 Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang ini, Majelis Hakim yang diketuai oleh Joko, SH menghadirkan saksi Verbalisan Berly dari Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Sumsel .

Sejumlah pertanyaan, disampaikan majelis hakim kepada anggota Kepolisian Daerah Sumsel itu, seputar hal yang berkaitan terhadap pemeriksaan kepada empat terdakwa dalam kasus ini, awalnya berjalan lancar dan hikmat.

“Kami periksa para Tersangka atas apa yang terjadi seputar kejadian, dan kami sudah menjalankan sesuai perintah atasan”, ujar Berly.

Namun ada ketegangan saat Hakim menanyakan kepada terdakwa Najamudin. Apakah dalam pemeriksaan terhadap dirinya benar seperti yang diucapkan oleh saksi Verbalis ini..?.

Menjawab pertanyaan itu, Najamudin, pun berdiri dan mengatakan bahwa orang inilah (Verbalis) yang memeriksa dan memaksanya untuk menandatangani BAP.

“Jeme inilah yang meriksa kami, aku dipaksa untuk nandatangan BAP aku diludahinye Pak, aku idak tau mbace tapi BAP idak dibacekanye itulah aku laju dipakse nanda tanganinye”, ujar Najo (Panggilan akrab pria yang baru seminggu dikarumiai Anak keduanya ini).

Atas pernyataan dari Najamudin, bahwa dirinya dan 2 temanya ini dipaksa dalam pemeriksaannya, Saksi Verbalis dari Polda Sumsel ini, pun diam dan nampak mukanya memerah. Persidangan pun menjadi tegang.

Lalu Majlis Hakim menyuruh Najamudin duduk dan tenang, saat menyangkal keterangan dari saksi verbalisan ini. Usai mendengarkan keterangan saksi ini, sidang dilanjutkan dengan menghadirkan 4 saksi meringankan untuk Risansi Kepala Desa SP3 Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang yang diduga mendalangi kasus pembunuhan yang terjadi di desanya ini.

Dari keempat saksi yang telah diambil sumpahnya untuk memberikan keterangan yang benar dan sebenarnya demi kebenaran ini, baru dua orang saksi yang sudah diambil keterangannya. Saksi tersebut terdiri dari 3 warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang dan 1 warga Kecamatan Kota Lahat, 2 saksi meringankan ini akan diambil keterangan pada sidang berikutnya, yang akan digelar pada hari Kamis 14 Maret 2019 besok lusa.

Laporan : Kang Ade

(Visited 44 times, 1 visits today)